Kamis, 30 April 2015

Menyusuri Keindahan Bumi Pulau Legundi

Pulau Legundi terletak di Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa tiba di Pulau Legundi. Kita bisa lewat Dermaga Ketapang untuk sampai di pulau mungil ini. Pulau Legundi menyimpan banyak keindahan, tidak hanya pada alamnya yang begitu mempesona namun juga keramahan penduduknya yang luar biasa. 



Pulau Umang-Umang, eksotis di Tengah Perairan Teluk Lampung


Berbicara nama Pulau Umang-Umang mungkin kita akan tertuju pada Pulau Umang-Umang yang terletak di Lampung Selatan yang tepat terletak di depan Pulau Sebuku. Namun, kali ini beda. Pulau Umang-Umang yang kami kunjungi terletak di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran, Lampung. Pulau ini terletak tak jauh dari Pulau Legundi. Kita harus melakukan perjalanan laut sekitar 25 menit. 



Deduwaian, Cara Masyarakat Lampung Kedondong merayakan Pesta Khitan


Masyarakat Lampung yang tinggal di Kecamatan Kedondong (Kedundung) Kabupaten Pesawaran memiliki cara tersendiri dalam mengarak pengantin sunat. Deduwaian demikian masyarkat setempat menyebutnya. Sebuah tradisi unik yang telah mengakar sejak ratusan tahun yang lalu. 


Pulau Harimau yang Menawan di Ujung Bakauheni


Pulau Harimau yang terletak di Dusun Pulau Harimau Desa Sumur Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan memiliki banyak potensi. Salh satunya adalah wisata bahari.


Selasa, 24 Maret 2015

Wow, Ada Pulau Bule di Lampung

















Pulau Bule merupakan salah satu pulau dengan pantai yang menawan. Airnya sangat jernih. Pulau Bule ini merupakan salah satu private island milik pengusaha Indonesia. Tidak sembarang orang bisa berkunjung ke sini. Salah-salah jika Anda tak mendapat izin dari pemiliknya, Anda bisa diusir dari sini. Pasalnya hampir setiap jam ada patroli keamanan yang mengamankan pulau ini. Bentang alam yang masih begitu alami dipadu air laut yang biru menjadi pemandangan yang memanjakan mata.

Beberapa binatang liar seperti babi maupun beruang juga ada di sini. Sisanya kicauan burung anek jenis yang semakin menambah asri pulau mungil ini. tak jauh dari pulau ini ada Pulau Condong yang bisa dijangkau lewat Pantai Pasir Putih. Ada beberapa cottage yang bisa ditempati oleh tamu yang berkunjung ke sini. Saya pun merasa bersyukur bisa berkunjung ke pulau pribadi ini. 

Cottage yang disediakan lumayan mewah. Ranjang yang empuk dan kamar mandi sekelas hotel bisa kita gunakan semau kita. Saat malam mulai menjelang kita bisa bersantai di serambi yang ada di  sini. Para tamu akan bercanda ria sembari menikmati malam yang begitu syahdu di pulau mungil ini. Untungnya ada beberapa TV yang bisa menjadi hiburan kita saat malam menjelang. 



Anda bisa renang sepuasnya di Pulau Bule ini. Perpaduan warna biru gelap dengan hijau toska menambah kesan cantik pulau ini. Jalan dibuat menarik dengan dermaga mungil di bagian depan pulau. Berlibur dengan berbagai kegiatan bebas benar-benar seru dan menyenangkan. Ayo, berlibur ke Pulau Bule.

Senin, 23 Maret 2015

Asyiknya Berendam di Way Belerang Simpur







Lampung Selatan memiliki banyak objek pariwisata yang bisa kita kunjungi. Tak hanya menawarkan pemandangan alam maupun wisata pantainya semata. Kabupaten berjuluk Gerbang Serambi Sumatera ini juga menawarkan wisata lain yang layak untuk Anda kunjungi. Salah satunya Pemandian air panas Way Belerang Simpur. Pemandian air belerang yang muncul secara alami dari bagian lain di kaki Gunung Rajabasa ini ramai dikunjungi wisatawan. Pemandian air panas ini merupakan sumber air belerang yang mengalirkan airnya hingga Kota Kalianda. Maka tak mengherankan jika tak jauh dari Kota Kalianda ada juga Pemandian Way Belerang yang sudah dibuat kolam-kolam dengan berbagai ukuran.

Pemandian air panas Way Belerang Simpur terletak di Desa Kecapi Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Jarak tempuh dari pusat Kota Kalianda sekitar 30 menit perjalanan darat menggunakan motor atau mobil. Jalan yang kita lalui relatif mulus. Namun, Anda harus berhati-hati pasalnya banyak tikungan dengan kemiringan hingga 45 derajat. Lampung Post bahkan sempat tersungkur saat sedang berada di turunan karena tak mampu mengendalikan setang rem. Jalan masuk ke pemandian air panas ini juga telah dipaving block sehingga relative lebih aman. Sepanjang perjalanan bentang alam yang masih asri menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan ini. Kita bisa menyesap udara segar di tengah teriknya matahari yang menembus bumi.

 

Para pengunjung biasanya datang ke sini untuk berbagai alasan. Tak sedikit pengunjung yang penasaran dengan kealamian sumber air panas ini hingga datang ke sini. Sementara pengunjung lainnya biasa hanya sekedar ingin refreshing atau menghilangkan kepenatan. Namun, alasan pengunjung datang kesini kebanyakan adalah untuk pengobatan penyakit kulit maupun penyakit lainnya. Ita, salah satu pengunjung dari Kalianda mengaku dirinya mengalami penyakit kulit seperti gatal-gatal. Beberapa kali mandi di pemandian air panas ini dirinya kita semakin membaik. “Alhamdulillah, penyakit kulitnya mulai hilang, saya bersyukur sekali,” kata dia.

Menurut penjaga pintu masuk Pemandian air panas Way Belerang Simpur, Syaiful, sumber air panas ini sudah sejak lama ada di sini. Dirinya tidak tahu pasti sejak kapan ada. Namun, para pengunjung mulai ramai datang ke sini sekitar tahun 70-an. Awalnya hanya masyarakat sekitar, namun kini pengunjung dari berbagai daerah telah datang ke sini. Pengelolaan pemandian air panas ini dikelola oleh dua desa yakni Desa Kecapi dan Babulang. Setiap dua minggu sekali, orang yang telah ditunjuk mewakili desanya akan berjaga di depan pintu masuk. Pengunjung biasanya dikenai tiket masuk Rp 5000 untuk dewasa sedangkan anak-anak Rp 2500. Sementara untuk biaya parkir motor Rp 5000 dan mobil Rp 15000. “Kami mengelola secara swadaya untuk kemakmuran desa kami,” kata dia.


 
Muhammad Amin, juru kunci Pemandian air panas Way Belerang Simpur mengatakan nama simpur digunakan merujuk pada salah satu pohon yang ada di sumber air panas itu. Pohon dengan daun yang kecil dan panjang tampak berdiri di atas sumber munculnya air belerang itu. Amin menambahkan belerang di sini muncul secara alami. Air belerang itu dialirkan melalui bilahan bambu yang disambung hingga memanjang. Para pengunjung biasanya mandi di bawahnya. Namun, tak sedikit pula warga sekitar yang mandi di bawah sungai panas yang mengalir menuju desa-desa setempat. Saat sore tiba, pemandian air panas ini akan sangat ramai. Para penduduk sekitar mandi di sepanjang sungai kecil yang terus mengalir tanpa henti. “Pengunjung ramai setiap hari, tapi, kalau warga sekitar gratis untuk mandi, hehehe,” kata dia.


 
Ada yang unik dengan pemandian air panas seluas 600 meter ini. Pada bagian kanan, sumber air panas mengalir dengan deras. Bahkan hingga kerak belerang tampak menempel di bilahan bambu yang digunakan untuk mengaliri air panas tersebut. Pengunjung biasanya mengoleskan kerak belerang ke tubuh mereka. Namun, persis di bagian kiri sumber air panas, ada sumber air tawar yang begitu dingin. Air tawar itu juga dialirkan dengan bilahan bambu. Keduanya menyatu pada sebuah muara kecil hingga menimbulkan air hangat dengan senasi yang berbeda. Terkadang panas terkadang dingin. Jadi, ada dua alternatif pilihan untuk mandi di sini. Air panas ada, air dingin juga ada. Benar-benar sangat rekomendid untuk liburan Anda dan keluarga. Selamat Berwisata. Tabik.

Melayang-layang di Air Terjun Curup Layang





Gunung Rajabasa “menyimpan” banyak air terjun di dalamnya. Semakin kita mengeksplornya seolah tak ada habisnya. Salah satu air terjun yang cukup populer yakni Curup Layang. Masyarakat dari Tanah Pasundan menjadi yang dominan di sini. Maka tak heran penamaannya pun menggunakan istilah dalam Bahasa Sunda. Curup berarti air terjun sedangkan laying berarti melayang. Saat Saya berkunjung ke sini, memang air terjunnya tampak melayang diantara lebatnya pepohonan.
Air terjun Curup Layang terletak di Dusun Jati, Desa Tanjung Heran, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Lokasinya lumayan terpencil. Namun, akses transportasi lumayan baik. Sesampainya di Dusun Jati jalanan menuju air terjun yang mulai ramai sejak tahun 60-an ini sangat baik. Jalan setapak yang telah dipaving blok mempermudah pengunjung saat mengemudikan kendaraan. Hanya kendaraan roda dua yang mampu menembuas area air terjun ini. Jika Anda membawa mobil maka sebaiknya Anda menitipkannya kepada warga dusun setempat. Ini sangat membantu Anda untuk menikmati pesona air terjun ini. 
Menurut Mahmudin, tokoh desa setempat, Air Terjun Curup Layang ini sudah banyak dikunjungi warga desa sejak 45 tahun lalu. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter. Lereng curam setinggi 25-30 meter juga tampak mengelilingi air terjun. Lereng-lereng itu semakin ciamik dengan aneka lumut yang tumbuh diatasnya. Pepohonan yang rindang juga menjadi teman setia di area air terjun ini. Bebatuan dengan ukuran sedang juga tampak tersebar di bawah guyuran air terjun ini. Para pengunjung bebas mandi di bawah guyuran air terjun ini secara langsung. “Air terjun ini, kini mulai banyak dikunjungi wisatawan,” kata dia.
Para wisatawan bebas keluar masuk kawasan air terjun ini. Pasalnya tak ada tiket masuk di sini. Siapa saja bebas masuk untuk menikmati kesegaran air terjun Curup Layang ini. Para pengunjung juga bisa mengabadikan aktivitas di sini melalui lensa kamera. Pemandangan yang ditawarkan sayang untuk Anda lewatkan begitu saja. Maka tak heran para pengunjung hampir semuanya dipastikan berfoto di sini.
Beberapa vegetasi alam yang tumbuh di sini diantaranya Pohon Kondang, Kedoya, Amplas, Medang dan aneka jenis buah-buahan. Burung-burung dengan aneka warna yang menggemaskan tampak berseliweran. Air terjun Curup Layang ini semakin menarik dengan goa mungil diantara lereng yang curam.
Ahmad Tarnudzy, pengunjung dari Bandar Lampung, mengatakan dirinya baru pertama kali datang ke Air Terjun Curup Layang ini. Ia benar-benar menikmati liburan akhir pekan. Guru Mts Muhammadiyah Sukarame itu mengaku menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh ala ini. Ia bahkan mandi di bawah guyuran air terjun secara langsung. Hawa dingin segera menyergap tubuhnya. Kedalaman kolam mungil di bawah guyuran air terjun ini sekitar 1 meter. “Aman mandi di sini, selain airnya segar sensasi tetesan air terjun membuat kesan tersendiri,” kata dia.
Air terjun yang masuk dalam Kawasan Gunung Rajabasa ini berasal dari Way Pisang I. Lampung Post berkunjung ke air terjun ini saat musim hujan tiba. Namun, airnya tetap jernih dan bersih. Hal ini dikarena bagian hilir hutan masih terjaga dengan baik. Mata air terjaga kebersihannya. Warga dari beberapa desa setempat menggunakan air ini untuk berbagai keperluan. Air-air itu dialirkan melalui pipa-pipa kecil dan panjang. Kesegaran air terjun ini begitu terasa.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Mulai dari berfoto, mandi hingga menyusuri goa. Semuanya menjadi paduan yang begitu memukau. Debit air yang dikeluarkan pun tak terlalu besar sehingga aman saat tetesan air terjun membasahi kepala. Para pengunjung biasanya beramai-ramai mandi bersama saat berkunjung ke sini. Para pengunjung biasanya akan memenuhi objek wisata ini saat akhir pekan tiba maupun libur nasional. 

Air Terjun Curup Layang menyuguhkan sisi lain pesona Gunung Rajabasa. Selain pemandangan alamnya yang memukau, pengunjung juga bisa masuk dengan leluasa tanpa memikirkan biaya. Ini menjadi incaran banyak wisatawan, dimana bisa berwisata dengan gratis. Tak ada penjual di sekitar kawasan air terjun ini. Pastikan Anda membawa bekal saat ke sini. Ayo berkunjung ke Air Terjun Curup Layangpan” banyak air terjun di dalamnya. Semakin kita mengeksplornya seolah tak ada habisnya. Salah satu air terjun yang cukup populer yakni Curup Layang. Masyarakat dari Tanah Pasundan menjadi yang dominan di sini. Maka tak heran penamaannya pun menggunakan istilah dalam Bahasa Sunda. Curup berarti air terjun sedangkan laying berarti melayang. Saat Lampung Post berkunjung ke sini, memang air terjunnya tampak melayang diantara lebatnya pepohonan.

Air terjun Curup Layang terletak di Dusun Jati, Desa Tanjung Heran, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Lokasinya lumayan terpencil. Namun, akses transportasi lumayan baik. Sesampainya di Dusun Jati jalanan menuju air terjun yang mulai ramai sejak tahun 60-an ini sangat baik. Jalan setapak yang telah dipaving blok mempermudah pengunjung saat mengemudikan kendaraan. Hanya kendaraan roda dua yang mampu menembuas area air terjun ini. Jika Anda membawa mobil maka sebaiknya Anda menitipkannya kepada warga dusun setempat. Ini sangat membantu Anda untuk menikmati pesona air terjun ini. 

Menurut Mahmudin, tokoh desa setempat, Air Terjun Curup Layang ini sudah banyak dikunjungi warga desa sejak 45 tahun lalu. Air terjun ini memiliki ketinggian 30 meter. Lereng curam setinggi 25-30 meter juga tampak mengelilingi air terjun. Lereng-lereng itu semakin ciamik dengan aneka lumut yang tumbuh diatasnya. Pepohonan yang rindang juga menjadi teman setia di area air terjun ini. Bebatuan dengan ukuran sedang juga tampak tersebar di bawah guyuran air terjun ini. Para pengunjung bebas mandi di bawah guyuran air terjun ini secara langsung. “Air terjun ini, kini mulai banyak dikunjungi wisatawan,” kata dia.

Para wisatawan bebas keluar masuk kawasan air terjun ini. Pasalnya tak ada tiket masuk di sini. Siapa saja bebas masuk untuk menikmati kesegaran air terjun Curup Layang ini. Para pengunjung juga bisa mengabadikan aktivitas di sini melalui lensa kamera. Pemandangan yang ditawarkan sayang untuk Anda lewatkan begitu saja. Maka tak heran para pengunjung hampir semuanya dipastikan berfoto di sini.
Beberapa vegetasi alam yang tumbuh di sini diantaranya Pohon Kondang, Kedoya, Amplas, Medang dan aneka jenis buah-buahan. Burung-burung dengan aneka warna yang menggemaskan tampak berseliweran. Air terjun Curup Layang ini semakin menarik dengan goa mungil diantara lereng yang curam.

Ahmad Tarnudzy, pengunjung dari Bandar Lampung, mengatakan dirinya baru pertama kali datang ke Air Terjun Curup Layang ini. Ia benar-benar menikmati liburan akhir pekan. Guru Mts Muhammadiyah Sukarame itu mengaku menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh ala ini. Ia bahkan mandi di bawah guyuran air terjun secara langsung. Hawa dingin segera menyergap tubuhnya. Kedalaman kolam mungil di bawah guyuran air terjun ini sekitar 1 meter. “Aman mandi di sini, selain airnya segar sensasi tetesan air terjun membuat kesan tersendiri,” kata dia.

Air terjun yang masuk dalam Kawasan Gunung Rajabasa ini berasal dari Way Pisang I. Lampung Post berkunjung ke air terjun ini saat musim hujan tiba. Namun, airnya tetap jernih dan bersih. Hal ini dikarena bagian hilir hutan masih terjaga dengan baik. Mata air terjaga kebersihannya. Warga dari beberapa desa setempat menggunakan air ini untuk berbagai keperluan. Air-air itu dialirkan melalui pipa-pipa kecil dan panjang. Kesegaran air terjun ini begitu terasa.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Mulai dari berfoto, mandi hingga menyusuri goa. Semuanya menjadi paduan yang begitu memukau. Debit air yang dikeluarkan pun tak terlalu besar sehingga aman saat tetesan air terjun membasahi kepala. Para pengunjung biasanya beramai-ramai mandi bersama saat berkunjung ke sini. Para pengunjung biasanya akan memenuhi objek wisata ini saat akhir pekan tiba maupun libur nasional. 

Air Terjun Curup Layang menyuguhkan sisi lain pesona Gunung Rajabasa. Selain pemandangan alamnya yang memukau, pengunjung juga bisa masuk dengan leluasa tanpa memikirkan biaya. Ini menjadi incaran banyak wisatawan, dimana bisa berwisata dengan gratis. Tak ada penjual di sekitar kawasan air terjun ini. Pastikan Anda membawa bekal saat ke sini. Ayo berkunjung ke Air Terjun Curup Layang.















Pages