Teluk Kiluan menjadi salah satu destinasi utama di
Lampung saat ini. Kemolekan teluk berbentuk seperti ibu jari yang menengadah ini membuat ribuan turis
berdatangan untuk sekedar “singgah”. Menikmati panorama pantai dengan pasir
putih yang begitu lembut dan tentunya mengintip atraksi lumba-lumba yang setiap
pagi berseliweran di lautan lepas.


Ada beberapa pintu untuk sampai di Teluk Kiluan
utamanya untuk jalur laut bisa ditempuh melalui Dermaga Canti, Kalianda hingga
menuju ke Teluk Kiluan dengan waktu tempuh sekitar 5 jam perjalanan laut.
Sementara itu, jika lewat Dermaga Ketapang, Pesawaran membutuhkan waktu sekitar
3 jam perjalanan bisa juga ditempuh lewat Dermaga TPI Lempasing, Teluk Betung,
Bandar Lampung dengan waktu tempuh 4 jam. Namun, rute yang paling sering
dilalui oleh para wisatawan melalui jalur darat dari Bandar Lampung langsung
menuju Pekon Kiluan Negeri.
Pantai
Teluk Kiluan
Beberapa objek wisata yang bisa kita nikmati di
Teluk Kiluan yakni Pantai Kiluan, Pulau Kelapa (Pulau Kiluan), Laguna, Dolphin
tour maupun Batu Candi. Semua satu paket wisata itu bisa kita dapatkan biasanya
ada bonus renang, snorkeling maupun diving, hehehehe. Topografinya yang
berbukit dan lembah membuat para wisatawan yang gemar berpetualang dipastikan
menikmati perjalanannya.
Objek wisata yang kami kunjungi untuk untuk pertama
kalinya yaitu Pantai Kiluan yang terletak di dusun Sinar Agung (Kiluan Balak)
Pekon Kiluan Negeri. Hamparan lautan terpampang di depan mata. Pasir yang kasar
tampak jelas terlihat di pantai yang memiliki panjang sekitar 10 km. Jika Anda
ingin renang ini merupakan salah satu tempat yang nyaman untuk renang. Namun,
jika Anda ingin menikmati sore dengan memancing itu bisa menjadi salah satu
pilihan yang Anda lakukan.

Selain itu Anda juga bisa menyusuri pantai dan ada
kawasan yang biasa dikenal warga setempat batu candi. Dikenal demikian karena
di bagian ujung Pantai Teluk Kiluan ada batuan yang bentuknya menyerupai
candi-candi mini.
Pulau
Kelapa = Pulau Kiluan

Pada tahun
80-an Pulau Kelapa atau yang lebih tenar dikenal dengan sebutan Pulau Kiluan
dipenuhi dengan pohon kelapa. Naumn, kini, pohon kelapa itu tidak lagi
mendominasi, namun jumlahnya masih tergolong lumayan banyak. Pulau seluas
sekitar 5 hektar itu ditumbuhi aneka tanaman seperti kelapa, belimbing, tangkil,
ketapang dan lainnya. Sejak tahun 2007 wisatawan mulai berdatangan ke kawasan
teluk ini. Sejak saat itulah kawasan Teluk Kiluan mulai ramai dikunjungi dan
menjadi incaran wisatawan.
Kini Pulau Kiluan dihuni oleh 2 orang sebagai
penjaga pulau yakni Dul Hafidz dan Marhana. Mereka berdua telah menghuni pulau
ini sejak tahun 1995. Kala itu, Gunawan, pengusaha asal Jakarta yang juga sekaligus
pemilik Pulau Kiluan mempercayakan kepada
kedua sepuh itu untuk mengelolanya. Namun, kondisi Dul Hafidz yang sudah
terlalu renta membuat kakek dengan banyak cucu itu menyerahkan kepada anaknya,
Dirhamsyah yang tinggal di Gedung Tataan, Pesawaran. Sebelum dijual kepada
Gunawan, Pulau ini dimiliki oleh Jhon Jambi salah seorang jenedral kala itu.
Kemudian dijual seharga Rp 60juta kepada Gunawan kala itu.


Dolphin
Tour
Salah satu tujuan utama wisatawan menuju ke Teluk
Kiluan karena adanya lumba-lumba yang menghuni kawasan ini. Maka tak
mengherankan jika wisatawan dari berbagai daerah biasanya datang ke sini untuk
melihat komunitas lumba-lumba yang konon kawasan lumba-lumba terbesar di Asia
ini. Ada beberapa rute yang bisa ditempuh melalui dusun Sinar agung atau
Bandung jaya menuju samudera lepas untuk melihat lumba-lumba. Harga sewa per
kapal Rp 300ribu. Biasanya kiata berangkat selepas salat subuh atau jika agak
kesiangan sedikit jam 06.00, perahu akan mengantarkan kita untuk melihat
lumba-lumba.
Awalnya saya cukup takut menggunakan perahu kecil
untuk lima orang termasuk dengan nahkodanya. Saya , Vina Teknokra, Ari
Damayanti, Arno menjadi satu rombongan ditambah nahkoda. Kami sempat takut
diawal, apalagi cuaca pagi itu kurang mendukung ditambah ombak yang begitu
besar semakin menambah rasa cemas kami. Namun. Seiring dengan berjalannya waktu
akhirnya saya bisa menemukan rasa nyaman itu. Ombak semakin membesar, kulihat
perahu-perahu yang lainnya seperti timbul tenggelam diantara gelombang di
lautan lepas. Lumba-lumba mulai tampak setelah 30 menit perahu kami mengarungi
samudera. Lumba-lumba itu meloncat kesana kemari dengan riangnya. Saya berdecak
kagum dibuatnya. Sayang saya tidak bisa mengabadikan melalui lenas kamera
karena gelombang yang terlalu besar.
Teluk Kiluan looks an attractive destination in Lampung for tourists. People can also visit Coconut Island and other fishing spots here.
BalasHapusmeet and greet stansted
I appreciate their dolphin tour and it would have been great touring spot for travellers. Nice post.
BalasHapuscheap airport parking