Selasa, 03 Desember 2013

Melincah ke Kebun Raya Bogor



 
Tiba di Kebun Raya Bogor bersama sahabat dari Bengkulu, Handri.

Berkunjung ke kota Bogor kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi Kebun Raya Bogor. Pada awal Oktober 2012 lalu saya mengunjungi Kebun Raya Bogor bersama sahabat saya dari Bengkulu, Handry. Waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB saat kami tiba di Terminal Baranangsiang, Bogor. 

Perjalanan dari Bandung ke Bogor memakan waktu sekitar 2 jam, perjalanan menggunakan bus. Dengan biaya Rp.40.000 sampailah kami di Kota Bogor. Tak berapa lama rekan kami, Akmal Darussalam yang asli Bogor pun menjemput kami. 

Seolah tak mau membuang waktu begitu saja, kami bertiga langsung menuju rumah Akmal untuk istirahat sebentar. puas istirahat sekitar pukul 14.00 WIB kami bertiga langsung mengelilingi Kota Bogor. Tempat pertama yang kami tuju adalah Kebun Raya Bogor.

Museum Zoologi

Tiket masuk ke Kebun Raya Bogor Rp. 10.000, itu sudah termasuk tiket mengunjungi Museum Zoologi. Sebuah museum yang banyak menyimpan koleksi berragam binatang yang telah diawetkan. Rasa penasaran yang begitu besar terjawab sudah saat kami memasuki museum ini. Koleksinya tersusun rapih. Masing-masing binatang dikelompokkan berdasarkan spesies, jenis dan kliennya masing-masing.


Bersama Akmal Darussalam, sahabat dari Bogor


 Hal ini sangat memudahkan pengunjung untuk mempelajari benda-benda koleksi ini lebih mendalam. Berbagai binatang air mulai dari ikan, kerang, cumi dan binatang lainnya tampak cantik dipandang mata. Begitu juga koleksi berbagai jenis burung, harimau, tapir, kucing hutan dan bintang lainnya tertata rapih.


Koleksi jenis Ikan - Museum Zoologi - Kebun Raya Bogor


 Dari sekian banyak koleksi yang dimiliki museum Zoologi ada satu koleksi yang membuat kami takjub. Kerangka ikan Paus Biru yang sangat besar. Kerangka Ikan Paus Biru ini juga pernah saya jumpai di Museum Siwa Lima, Ambon. 


Kerangka Ikan Paus Biru - Museum Zoologi


Kami memasuki setiap ruangan di museum ini. Sementara itu, di depan museum ada toko souvenir khas Bogor. Jadi, buat Anda yang hobi berburu benda-benda unik nan khas jangan lupa untuk mampir ke toko ini. Selepas berjalan mengelilingi Museum Zoologi kami memutuskan untuk mengelilingi Kebun Raya Bogor dengan berjalan kaki. Sungai yang besar kami jumpai saat kami melewati rimbunnya Kebun Raya Bogor. Jalan besar nan lebar sangat nyaman sekali untuk para pengunjung. 



 
Rimbunnya Kebun Raya Bogor - Bersama Sahabat Bengkulu, Handri.


Jika memasuki Kebun Raya Bogor melalui pintu utama, Anda akan menjumpai arca manusia gajah. Arca tersebut terletak di atas pilar pada kedua sisi pintu gerbang. Gedung yang berada di sebelah kiri adalah kantor Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam ( PHPA ). Sementara itu, di bagian depannya, Jalan Kenari I  membentang sepanjang 450 meter. Nama jalan ini diperoleh dari tanaman Kenari, Canarium commune ( Burs. ) yang ditanam oleh Teysmenn pada tahun 1932 di kedua sisi jalan. Biji buahnya dapat dimakan dan biasanya dijual di pasar untuk cake dan kue kering, dan tempurung buahnya dibentuk menjadi gantungan.

Menyusuri Jalan Kenari I, di sisi kanan jalan adalah jajaran angsana/sono kembang , yang berasal dari Kepulauan Maluku. Cairan berwarna merah dari kulit pohon ini, jika diambil sarinya dan dikeringkan, dikenal dengan nama kino dan digunakan sebagai zat pewarna dan obat. Tepat di dekat simpang empat jalan aspal, ada monumen peringatan untuk Lady Olivia Mariamne Raffles, yang meninggal di Jakarta pada tahun 1814. 


 
Berfoto diantara pepohonan yang rimbun


Perjalanan masih saja kami teruskan. Semakin kami berjalan semakin banyak hal baru yang kami temukan. Kami berjalan menyebrangi jembatan sungai Cibalok. Dari jembatan ini kami memutuskan belok ke kanan dan kami menjumpai Hutan Palem yang begitu mempesona. Rumpun Pinang Merah, suatu jenis palem dengan pelepah daun berwarna merah yang cukup populer tampak terhampar luas.

 Ada berbagai jenis palem disini, tidak hanya  dari dalam negeri, tapi dari luar negeri pun ada. Wow..... Subhanalloh,,,, sejauh mata memandang hanya tanaman palem yang terhampar luas. Berbaris rapih seperti pagar ayu. Palem dengan berbagai jenis dan bentuk begitu indah. Segala kepenatan sirna ketika saya memasuki kawasan hutan Palem ini.


 Pohon Pisang Kipas


Sekilas tentang Kebun Raya Bogor yang Mempesona
 
Pendiri Lands Plantentuin yang diberikan Belanda untuk Kebun Raya Bogor, adalah Casper Georg Carl Reinwardt, seorang Jerman yang pindah ke Amsterdam dan mempelajari ilmu Botani. Belanda kembali mengelola Kebun Raya dari tahun 1945 hingga 1949. Pada tahun 1962, Kebun Raya Bogor menjadi bagian dari Lembaga Biologi Nasional. 

Berragam bangunan tua ala Eropa dapat kita jumpai dengan mudah di Kebun Raya Bogor ini. Saya sendiri sangat menikmati perjalanan kali ini. Selain bisa menikmati hutan di tengah kota saya juga bisa melihat bangunan gotic ala Eropa. Sebut saja monumen yang didirikan Raffles untuk istrinya yang meninggal pada tahun 1814, masih berdiri kokoh hingga kini. Bangunan laksana menara bulat dominan warna putih ini sangat kental nuansa Eropanya. Disana membentang jalan yang luas ditumbuhi berbagai jenis bunga yang indah.



 
Bunga Bersemi membentang sepanjang jalan


Bangunan-bangunan lainnya seperti Istana Bogor juga bisa kita jumpai disini. Istana Bogor begitu mempesona. Banguna  yang dikelilingi dengan kolam bunga teratai ini begitu indah dan anggun. Rumput hijau bak permadani seolah menawarkan kesan yang mendalam. Istana Bogor memang tidak dibuka pada hari-hari biasa. Hanya hari-hari tertentu saja kita bisa masuk ke dalam istana yang dulunya merupakan Istana presiden.



 Istana Kepresidenan Bogor










0 komentar:

Posting Komentar

Pages