Minggu, 15 Maret 2015

Mengintip Jejak si Belang di Tambling Wildlife Nature Conservation



Mekar, salah satu Harimau Sumatera di Rescue Center TWNC sedang menyantap seekor babi


Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) merupakan kawasan konservasi flora dan fauna yang masih masuk dalam Kawasan Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Secara administratif TWNC terletak di Kecamatan Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Hutan seluas 50.000 Ha itu menjadi saksi bisu betapa padatnya populasi harimau di kawasan yang terletak di bagian barat ujung selatan Pulau Sumatera itu. TWNC digadang-gadang sebagai kawasan terpadat habibat harimau se-Asia Tenggara. Diperkirakaan masih ada 200-an harimau liar yang menghuni kawasan yang telah dikelola sejak tahun 2007 itu. TWNC merupakan kawasan hutan konservasi harimau Sumatera yang dikelola Artha Graha Peduli.


Si Mekar lagi beraksi, Saya terkaget-kaget
 
Kucing besar setinggi 70 cm tampak menyusuri hutan dalam kegelapan. Sesekali lidahnya menjulur dan menjilati bagian tubuhnya yang dirasa kotor. Saat ada lubang yang dipenuhi lumpur, si belang tampak melipir mencari jalan yang bersih. Hewan yang memiliki karakter bersih itu terus berjalan menyusuri hutan di tengah kegelapan. Matanya tetap tajam dengan kuku-kuku tajam. Bulunya yang halus dengan paduan warna orange dan hitam menambah kesan garang. Saat seekor babi melintas di depannya, dengan sigap gigi taring menancap pada leher babi malang itu. “cittt….ciiiittttt…citttt….” suara babi yang tengah tercekik di keheningan malam membuat malam semakin mencekam. Setidaknya demikianlah perilaku Harimau Sumatera yang terekam kamera trap. Kamera yang di pasang di beberapa titik perlintasan Harimau Sumatera di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation menjadi saksi bahwa kucing besar ini masih eksis hingga kini. Bahkan, konon jumlahnya mencapai ratusan ekor di alam liar. 

Kawasan TWNC menjadi habibat Harimau Sumatera dengan persedian pangan yang cukup. Menurut salah satu guide kami, Maria, ia mengatakan bahwa Kawasan Hutan TWNC yang masih alami membuat Harimau betah hidup di sini. diperkirakan jumlah Si Belang mencapai ratusan ekor. Dusun Pengekahan Desa Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TWNC. Namun, selama ini, Harimau tidak pernah menyerang warga. mereka hidup berdampingan di alamnya masing-masing. 


Pak Wawan sedang bermain-main bersama si Mekar

Maisng-masing Harimau memiliki batasan wilayahnya masing-masing. Batas wilayah ditandai dengan mencakar sebuah pohon. Biasanya pohon tersebut dicakar. Cakaran ini sebagai pertanda bahwa area ini milik salah satu harimau. Selain cakaran, Harimau juga akan menyemprotkan spermanya di batang pohon tersebut dan menempelkan bulu-bulunya. Masing-masing harimau juga mampu mengenali bau Harimau lainnya. 


Pak Marizal sedang memeragakan cara Harimau menandai batas wilayahnya

Harimau merupakan hewan yang cinta akan kebersihan. Saat menangkap mangsanya Harimau akan menerkam bagian lehernya. Saat mangsanya tak berdaya dan mati, barulah Harimau akan menjilati seluruh tubuh mangsanya. Darah-darah yang berceceran akan dibersihkan dengan acara dijilati. Jika, mangsanya berupa seekor ayam, maka ia akan membersihkan bulu-bulu ayam tersebut terlebih dahulu. 


Berfoto sejenak di depan pintu masuk TWNC



1 komentar:

Pages